4.12.11

THINK Before You Speak

(Yakobus 3:1-12)

Mulut terutama lidah, merupakan salah satu bagian dari tubuh yang memegang peranan penting dalam hidup kita. Mengapa bisa demikian? Sebagai contoh, pasti kita tidak asing dengan Mario Teguh, seorang inspirator yang wajahnya sering menghiasi salah satu TV swasta di Jakarta, dan juga seorang yang bergerak di bidang Business Efectiveness Consultant. Beliau sangat ahli dalam mengucapkan berbagai kata motivasi yang mempengaruhi orang banyak.Tidak hanya Mario Teguh, kitapun bisa mempengaruhi orang banyak lewat perkataan yang kita ucapkan dengan lidah kita. Baik itu perkataan yang memotivasi maupun perkataan yang menjatuhkan. Setiap kata yang keluar dari mulut kita bukan berasal dari apa yang kita pikirkan, melainkan dari hati kita (Matius 15:18).
 Disaat kita sedang bahagia, kita akan selalu mengucapkan kata-kata yang baik, memuji Tuhan, dsb. Sebaliknya, saat sedan marah/jengkel, cenderung ingin mengeluarkan perkataan yang kasar untuk melampiaskan kemarahan kita. Padahal sesungguhnya perkataan kasar tidak meredakan kemarahan, tetapi justru menyulut api kemarahan itu lebih besar lagi.

Ada satu hal yang perlu kita ingat, bahwa setiap perkataan yang keluar dari mulut kita harus dipertanggungjawabkan di hari penghakiman (Matius 12:36). Pada ayat sebelumnya, kita dapat melihat perbedaan antara orang baik dan orang jahat melalui perkataan yang diucapkan (Matius 12:35).

Itu sebabnya Yakobus dengan tegas meminta supaya kita mengendalikan setiap perkataan yang diucapkan oleh lidah. Memasangkan 'kekang' pada lidah, sebagaimana kuda (Yakobus 3:3), agar khususnya ketika sedang marah, kita tetap mengawasi setiap hal yang terucap. Apalagi, siapapun kita, sesungguhnya merupakan 'guru' atas orang-orang di sekeliling kita (Yakobus 3:1). Panutan bagi orang lain. Hal ini membuktikan bahwa lidah kita memegang peranan penting atas hidup kita. Terutama di hari penghakiman kelak (Matius 12:37).

THINK Before You Speak - berpikirlah sebelum Anda berbicara merupakan hal/prinsip yang harus kita terapkan. THINK sendiri merupakan sebuah rangkaian langkah untuk menguji perkataan kita:
Is it True? (Apakah benar?)
Honorable? (Apakah patut dihargai?)
Inspiring? (Apakah menginspirasi orang lain?)
Necessary? (Apakah perlu?)
Kind? (Apakah baik?)

Seperti pesan Paulus kepada jemaat di Efesus, untuk senantiasa memakai perkataan yang baik untuk membangun (Efesus 4:29)

Biarlah setiap perkataan kita berkenan kepada Tuhan. Dan tidak mengucapkan apa yang tidak perlu kita ucapkan. Amin.

2 komentar:

  1. Yuniar, what's my sin?? U removed me, u unfollowed me... Is we can't be friends anymore??

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi sorry for the late reply.. no, u don't have a sin to me. u knew.. i'm in a complicated condition now. and i just want to have a time alone. i know it's a bad decision. but.. forgive me.. please.. forgive me...

      Hapus